Perempuan terkonsentrasi dalam berbagai jenis pekerjaan daripada laki-laki (pemisahan horisontal) hingga gred pekerjaan yang lebih rendah (pemisahan vertikal). Misalnya perempuan banyak yang menjadi pengasuh, kasir, jasa makanan, kebersihan dan juru tulis (5 C) Misalnya sistem pelacak karir ganda di Jepang dan Korea. Peran setiap gender sebenarnya ada untuk saling melengkapi. Akan tetapi, beberapa orang seringkali mengurangi atau melebih-lebihkan peran tersebut. Dari hal tersebut, kita dapat melihat bahwa perbedaan peran dan stereotip laki-laki dengan perempuan adalah manifestasi dari kebudayaan di masyarakat yang terus berkembang seiring waktu. dalam keluarga antara laki-laki dan perempuan. Kesetaraan gender berawal dari kondisi dimana perempuan harus melakukan berbagai peran di dalam maupun di luar keluarga, laki memiliki peran kontrol utama di dalam masyarakat, sedangkan perempuan diletakkan dalam posisi subordinat atau inferior. Budaya tersebut telah membatasi ruang partisipasi perempuan dalam bidang politik, sosial maupun ekonomi. Ketidaksetaraan peran antara laki-laki dan perempuan yang muncul di masyarakat tersebut menjadi awal mula perempuan dan maskulin untuk laki – laki. (Fakih, 2008). Untuk mewujudkan kesetaraan memang banyak upaya untuk bertukar peran tidak berpacu pada pembagian yang secara pasti menganggap hanya perempuan dengan sifat feminin dan laki – laki dengan maskulin, namun dalam berbagai kondisi bisa saja bertukar peran. III. METODE PENELITIAN Patriarki adalah sebuah sistem sosial yang menempatkan laki-laki sebagai pemegang kekuasaan utama dan mendominasi dalam peran kepemimpinan politik, otoritas moral, hak sosial dan penguasaan properti. Dalam domain keluarga, sosok yang disebut ayah memiliki otoritas terhadap perempuan, anak-anak, dan harta benda. .

peran laki laki dan perempuan dalam keluarga